Jakarta,
16
Oktober
2018
|
09:31
Europe/Amsterdam

SAAT HALANGAN BUKAN LAGI TANTANGAN BAGI PEREMPUAN DARI BOOKINGCOM

Meski sebagian besar perempuan merasa bahwa gender mereka secara positif mempengaruhi karier di bidang teknologi, 77% wanita tersebut masih mengakui bahwa mereka menghadapi lebih banyak tantangan untuk berkembang dan sukses dibanding laki-laki.

Daya tarik bidang teknologi yang kuat bagi perempuan generasi berikutnya memberikan sebuah kesempatan penting untuk mendorong perubahan.

Amsterdam, Belanda, 10 Oktober 2018Booking.com, – salah satu perusahaan e-commerce perjalanan terbesar di dunia dan salah satu perusahaan teknologi digital terkemuka, mengungkapkan kumpulan temuan dari penelitian yang dilakukan guna lebih memahami tantangan keberagaman gender di sektor teknologi, termasuk persepsi, pengalaman, dan ambisi para perempuan di seluruh dunia tentang peluang karier di bidang teknologi. Penelitian yang dilakukan di kalangan perempuan yang bekerja di bidang teknologi dan siswa perempuan yang tertarik untuk mengejar karier di industri ini, mengungkapkan bahwa para perempuan tersebut merasa bahwa bidang teknologi adalah bidang yang menarik dan memiliki pandangan positif dari potensi yang ditawarkannya. Namun, rekrutmen berdasarkan bias, komposisi tenaga kerja saat ini dan kurangnya peran perempuan dalam mengambil keputusan serta tidak adanya role model menjadi rintangan utama yang harus mereka hadapi.

 

Sekitar tiga dari lima perempuan (64%) yang bekerja di dunia teknologi, dan siswa yang tertarik di bidang yang sama mengatakan bahwa menjadi perempuan memberikan dampak positif terhadap kemampuan mereka untuk mengejar karier di bidang teknologi. Prospek yang menguntungkan ini terutama disebabkan oleh sedikitnya jumlah perempuan di industri ini (34%), sebuah kesempatan yang bagus terutama bagi mahasiswa perempuan (43%) dan siswa sekolah menengah (37%).

Perempuan secara global juga tertarik pada industri teknologi karena berbagai alasan. Mereka merasa bahwa industri ini inovatif (50%), kreatif (44%), dan menginspirasi (26%), dan juga memberikan pekerjaan yang menantang bagi mereka (34%). Bagi sebagian besar orang, mengamankan posisi di bidang teknologi sama dengan mendapatkan 'pekerjaan impian' atau karier yang ideal. Ketika ditanya kriteria apa yang akan dikatakan oleh perempuan secara global untuk mendefinisikan 'pekerjaan impian' mereka, sekitar empat dari lima orang mengatakan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang menginspirasi mereka (84%), diikuti oleh pekerjaan yang sejalan dengan keterampilan alami mereka (83%) dan pekerjaan yang memungkinkan mereka mengukir jalan mereka sendiri (81%).

Bias gender saat perekrutan dan sedikitnya jumlah pemimpin wanita terus melemahkan peluang perempuan di bidang teknologi

Meski memiliki daya tarik tertentu dan peluang yang cukup besar, penelitian Booking.com menunjukkan bahwa perempuan secara global masih merasa keberatan, dan dalam beberapa hal tertentu, pandangan menjadi seorang perempuan dirasa lebih merugikan. Lebih dari setengahnya (52%) merasa karena sektor teknologi didominasi laki-laki, diikuti oleh hampir sepertiganya (32%) yang mengatakan bahwa bias gender selama proses rekrutmen dianggap sebagai sebuah rintangan.

 

Yang menarik, persepsi bias gender pada tahap perekrutan sangat variatif di berbagai tempat. Di Brasil, satu dari dua wanita (50%) merasa bahwa bias gender selama perekrutan berdampak negatif terhadap peluang untuk mendapatkan karier di bidang teknologi, yang tertinggi di antara negara-negara yang disurvei, sementara jumlah wanita di negara-negara Eropa yang merasa seperti ini jauh lebih sedikit (18% di Belanda dan 22% di Inggris dan Jerman).

Selain itu, sekitar satu dari tiga wanita secara global (32%) merasa kurangnya peran perempuan dalam mengambil keputusan menahan potensi karier di bidang teknologi dan hal ini paling banyak dirasakan oleh siswa perempuan SMA (40%). Faktor-faktor ini kemungkinan besar mendukung sebuah fakta bahwa sekitar tiga dari empat wanita secara global merasa mereka menghadapi lebih banyak tantangan untuk masuk (78%), berkembang dan berhasil (77%) dalam karier tertentu daripada laki-laki.

“Peran perempuan masih sangat kurang terwakili di bidang teknologi. Hasil dari penelitian yang kami temukan, ini adalah salah satu hambatan terbesar perempuan tapi juga merupakan sebuah peluang untuk memulai sebuah perubahan, "kata Gillian Tans, CEO di Booking.com." Optimisme dan ambisi yang kita lihat dari perempuan secara global untuk jadi lebih sukses dalam bidang teknologi atau bidang TI sangat menginspirasi, terutama di kalangan generasi muda, yang melihat potensi karier di bidang ini. ”

 

“Tetapi untuk memberdayakan wanita agar benar-benar berhasil dalam bidang teknologi, kami sebagai sebuah industri memiliki peluang lebih banyak untuk membuat perubahan. Ini termasuk menempatkan lebih banyak role model perempuan, menghilangkan bias gender yang dimulai dari proses rekrutmen, dan berinvestasi dalam inisiatif yang menyoroti industri ini sebagai bidang yang menarik dan cocok untuk siapa saja, dari pendatang baru hingga yang sudah senior, " Lanjut Gillian.

Daya tarik teknologi bagi perempuan muda memberikan peluang signifikan untuk memulai perubahan

Penelitian Booking.com ini menegaskan kembali permintaan sektor teknologi terhadap bakat generasi berikutnya, dan secara bersamaan juga menyoroti upaya untuk menutup kesenjangan gender. Secara global, siswa perempuan SMA (43%) dan mahasiswa sarjana (40%) merasa sangat yakin bahwa karier di bidang teknologi memberi mereka kebebasan untuk menjadi lebih kreatif dalam peran mereka (dibandingkan 33% rata-rata global). Siswa SMA tertarik pada bidang teknologi karena menawarkan kesempatan untuk lebih sukses dari usia muda (29% vs 20% di antara profesional teknologi berpengalaman), serta kemampuan untuk mengukir jalur karier mereka sendiri (30% vs 22% dari profesional teknologi berpengalaman). Di atas semua itu, siswa perempuan ingin terinspirasi oleh karier pilihan mereka sendiri, menurut 88% siswa sekolah menengah dan 85% mahasiswa.

Meski sektor teknologi saat ini memberikan kesempatan di beberapa bidang, perusahaan teknologi - dan industri pada umumnya - memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melibatkan perempuan yang bercita-cita untuk bekerja di industri ini, untuk tidak hanya memelihara ambisi mereka dan mengarahkan mereka agar jadi lebih sukses, tetapi juga untuk menghilangkan hambatan yang ada.

"Sesuai dengan pendapat para perempuan, industri teknologi memiliki potensi yang luar biasa untuk memenuhi kriteria 'pekerjaan impian' dan merupakan bentuk aspirasi karir," ungkap Gillians. “Membantu untuk membuka kesempatan ini dan menyalurkan lebih banyak perempuan ke dalam sektor teknologi adalah sebuah arahan lintas pendidikan, pengembangan masyarakat, tanggung jawab perusahaan dan inisiatif pemerintah. Jika industri teknologi ingin mempertahankan orang-orang berbakat untuk masa depan yang seimbang, maka kita semua harus bekerja untuk melibatkan perempuan selama bertahun-tahun pendidikan mereka, untuk memberikan sumber pengaruh positif dalam membentuk persepsi STEM perempuan. ”

Menjembatani kesenjangan gender teknologi dimulai dengan pendidikan dan dorongan orang tua

Jika kita berbicara tentang pilihan karier, maka belajar dan pendidikan sejak dini memiliki pengaruh signifikan pada pemilihan karier akhir seorang perempuan, menurut penelitian ini. Secara global, sekitar empat dari lima perempuan mengatakan pilihan karier mereka dipengaruhi oleh keterampilan yang mereka pelajari di sekolah dan di perguruan tinggi (79%) dan oleh subjek yang mereka pelajari (77%). Di India dan Tiongkok khususnya, perempuan lebih cenderung mengikuti jejak karier orang tua mereka (masing-masing 64% dan 52% vs. 40% rata-rata global). Selain itu, ketika mencari informasi tentang opsi karier potensial, perempuan di Cina dan India juga lebih cenderung beralih ke organisasi yang terkait dengan teknologi (misalnya, Girls Who Code) (36% dan 27% masing-masing vs 20% global rata-rata). Temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa partisipasi dan tingkat kelulusan anak perempuan dalam pendidikan STEM umumnya lebih tinggi di negara-negara Asia dibandingkan dengan negara Barat [1],dan juga bagaimana tindakan dini dapat membantu membentuk secara positif tenaga kerja pada sektor teknologi yang lebih seimbang.

 

 

- SELESAI -

[1] - World Economic Forum, Human Capital Report 2016: http://reports.weforum.org/human-capital-report-2016/

Catatan Editor:

Penelitian ini dilakukan oleh Booking.com dan secara independen di antara 6.898 responden (dari Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Brasil, Belanda, Jerman, China, Australia, India dan Spanyol). Responden menyelesaikan survei online dari tanggal 2 Agustus hingga 6 September 2018.

Boilerplate

Tentang Booking.com

Didirikan pada tahun 1996 di Amsterdam, Booking.com B.V. kini telah berkembang dari perusahaan kecil menjadi salah satu perusahaan e-commerce perjalanan terbesar di dunia. Bagian dari Booking Holdings Inc. (NASDAQ: BKNG), Booking.com kini mempekerjakan lebih dari 17.000 karyawan di 198 kantor di 70 negara di seluruh dunia.

Dengan misi untuk mengajak orang-orang untuk merasakan dunia, Booking.com berinvestasi dalam teknologi digital yang membantu mengurangi masalah yang ada saat melakukan perjalanan. Di Booking.com, kami menghubungkan wisatawan dengan beragam penginapan terbaik di seluruh dunia, mulai dari apartemen, rumah liburan, dan B&B yang dikelola keluarga hingga resor mewah bintang 5, rumah pohon, dan bahkan igloo. Situs web Booking.com dan aplikasi seluler tersedia dalam 43 bahasa, menawarkan lebih dari 28,9 juta listing, termasuk lebih dari 5,6 juta daftar rumah, apartemen, dan penginapan unik lainnya, yang mencakup lebih dari 141.000 destinasi di 230 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Setiap hari, lebih dari 1,5 juta kamar per malam disediakan di platform kami. Jadi, baik bepergian untuk urusan bisnis atau liburan, pelanggan dapat langsung memesan tempat menginap yang ideal dengan cepat dan mudah bersama Booking.com, tanpa biaya pemesanan dan didukung oleh janji kami untuk menyamakan harga. Melalui tim customer service kami, pelanggan dapat menghubungi Booking.com 24 jam untuk bantuan dan dukungan dalam lebih dari 40 bahasa, kapan saja, siang atau malam.

Ikuti kami di Twitter, Instagram dan Facebook, dan untuk berita terbaru kami, data dan pengetahuan umum, silakan kunjungi global media room.